sdnkiaracondong7kelas4
Senin, 05 Desember 2016
Minggu, 31 Juli 2016
Senin, 25 Juli 2016
Tema 1 pembelajaran 6 kelas 4
Ringkasan
Segi banyak
adalah bangun tertutup yang seluruh sisinya dibatasi oleh garis, jumlah sudut
yang ada sama banyak dengan jumlah sisi yang dimilikinya.
Kata baku adalah kata yang
sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, sumber
utama yang telah ditentukan dalam pemakaian bahasa baku yaitu
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata baku umumnya
digunakan dalam kalimat resmi (lisan dan
tertulis).
Kata tidak baku adalah kata yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. misalnya
Kata tidak baku adalah kata yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. misalnya
|
Kata tidak baku
|
Kata baku
|
Arti kata
|
|
nggak
|
tidak
|
menolak
|
|
banget
|
Sekali
|
sangat
|
|
ngetop
|
terkenal
|
terkenal
|
|
hawa
|
udara
|
Kaeadaan pada suatu tempat
|
|
rame
|
ramai
|
meriah
|
|
cakep
|
indah
|
Keadaan enak dipandang
|
|
karna
|
karena
|
alasan
|
|
Accu
|
aki
|
alat himpun tenaga listrik
|
|
Bis
|
Bus
|
mesin transportasi
|
|
Apotik
|
Apotek
|
Tempat menjual obat
|
|
poto
|
foto
|
Potret/ gambar
|
Tema 1 pembelajaran 4 dan 5 kelas 4
Ringkasan
Jenis -jenis alat musik berdasarkan cara memainkannya
-
Alat musim ditiup, yaitu alat musik yang dimainkan dengan
cara ditiup misalnya recorder, tuba, seruling, harmonika, trompet, pianika,
saksofon, klarinet, dll
-
Alat musik gesek, misalnya biola, rebab, cella, dll
-
Alat musik petik, misalnya gitar, sasando, harfa, siter,
dll
-
Alat musim pukul, misalnya gamelan, kolintang, gendang,
rebana
-
Alat musik tekan, misalnya piano, organ, pauken, dll
Bunyi disebabkan benda yang bergetar, semua benda yang dapat
menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi,
satu kali gerak ke atas dan ke bawah disebut satu getaran, banyaknya getaran
dalam satu detik disebut frekuensi, bunyi dengan frekuensi yang teratur disebut
nada sedangkan bunyi dengan frekuensi yang tidak teratur disebut desah.
Manusia dapat mendengar bunyi yang
jumlah getarannya berkisar 20 sampai 20.000 getaran per detik (sekon) yang
disebut audiosonik, infrasonik bunyi yang getarannya kurang
dari 20 getaran per sekon yang dapat didengar oleh hewan tertentu misalnya
jangkrik, gajah. Ultrasonik bunyi
yang getarannya lebih dari 20.000 getaran per sekon dapat didengar oleh hewan
tertentu misalnya lumba-lumba, kelelawar.
Bunyi dapat merambat dari sumber bunyi ke tempat lain melalui media gas
(misalnya hujan yang disertai petir terdengar suara guntur yang merambat
melalui udara sampai ketelinga), cair (memukul kaleng di dalam air), padat
(mengetuk tiang atau tembok), pada ruang hampa bunyi tidak dapat merambat.
Bunyi mempunyai sifat dipantulkan melalui benda yang permukaannya keras dan
diserap melalui benda yang permukaannya lunak, benda yang permukaannya lunak
dapat dijadikan peredam suara. Bunyi pantul gaung ialah bunyi pantul yang
terdengar hampir bersamaan dengan bunyi asli, sehingga bunyi asli terganngu
suara yang terdengar tidak jelas. Gema ialah bunyi pantul yang terdengar
setelah bunyi asli, terdengar seolah-olah ada yang menirukan suara kita.
Bangsa Indonesia sanggup
dan rela berkorban untuk kepentingan Negara dan bangsa. Sikap rela berkorban
untuk kepentingan negara dan bangsa, dikembangkan menjadi rasa kebangsaan dan bertanah air Indonesia, dalam rangka
memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Persatuan dikembangkan atas dasar Bhineka Tunggal Ika, dengan memajukan pergaulan
demi kesatuan dan persatuan Bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam sila Persatuan Indonesia
meliputi cinta bangsa,
cinta tanah air, persatuan bangsa, penghargaan terhadap kemajemukan, kesetaraan dan multikulturalisme,
dan gotong royong.
Peserta didik mempraktikan langkah percobaan perambatan bunyi dan
menyajikan laporan percobaan
Teknik kolase adalah
teknik mendekorasi suatu benda dengan menempelkan materi seperti kertas, kaca, kain, daun kering dan sebagainya, kemudian
dikombinasikan dengan teknik melukis dengan cat atau media
sejenis.
Membuat
rumah adat dengan memperhatikan bentuk sudut lancip, sudut tumpul, sudut
siku-siku menggunakan teknik kolase.
Kamis, 21 Juli 2016
Tema 1 pembelajaran 3 kelas 4
Ringkasan
Permainan gobak sodor terkenal di wilayah pulau Jawa, banyak yang mengatakan
dari daerah Yogyakarta. Nama gobak sodor
berasal dari kata gobak dan sodor. Kata gobak artinya
bergerak dengan bebas, sedangkan sodor artinya tombak. Dahulu para prajurit
mempunyai permainan yang bernama sodoran sebagai latihan keterampilan dalam
berperang. Sodor ialah tombak dengan panjang kira-kira 2 meter, tanpa mata
tombak yang tajam pada ujungnya.
Jumlah pemain harus
berjumlah genap antara 6-10 anak. Siswa dibagi menjadi dua tim: tim jaga dan tim serang. Jadi tiap
tim beranggotakan 3-5 anak.
Yang perlu
dipersiapkan dalam permainan ini adalah lapangan gobak sodor yang berbentuk persegi
panjang. Antar garis panjang ditarik garis melintang sehingga terbentuk beberapa
persegi panjang. Setelah itu tarik garis tengah yang tegak lurus dengan garis melintang
sehingga akan terbentuk banyak petak yang sama besar. Garis ini disebut
garis sodor.
Aturan Permainan
ü
Masing-masing pemain
dari tim jaga harus bergerak di sepanjang garis melintang yang telah ditentukan.
Jadi kakinya harus selalu menginjak garis tersebut.
ü
Yang boleh melalui
garis sodor hanyalah penjaga garis melintang pertama yang juga sebagai sodor.
ü
Masing-masing pemain
tim serang dari pangkalan harus berusaha melewati semua garis melintang. Jika
salah satu pemain saja bisa kembali lagi ke pangkalan tanpa tersentuh tim jaga,
maka tim serang menang.
ü
Bila pemain tim jaga
bisa menyentuh salah satu pemain tim serang, maka tim jaga menang. Lalu tim
jaga berganti menjadi tim serang. Begitu seterusnya.
ü
Jika satu petak terisi
2 atau lebih pemain, maka tim serang kalah, dan berganti jadi tim jaga
Jalannya
Permainan
Pemain dibagi menjadi 2 tim, yaitu tim jaga dan tim serang. Masing-masing tim memilih salah satu anggotanya untuk menjadi ketua yang bertugas sebagai sodor. Tim serang berkumpul di pangkalan, sementara tim jaga berdiri di garis-garis melintang yang telah ditentukan ketuanya Tim serang harus berusaha masuk ke dalam petak-petak hingga dapat berada di belakang garis, kemudian berusaha kembali lagi ke pangkalan. Apabila seorang pemain tim serang bisa kembali lagi ke pangkalan tanpa tersentuh oleh tim jaga, maka tim serang, dinyatakan sebagai pemenang dan mendapatkan poin.
Pemain dibagi menjadi 2 tim, yaitu tim jaga dan tim serang. Masing-masing tim memilih salah satu anggotanya untuk menjadi ketua yang bertugas sebagai sodor. Tim serang berkumpul di pangkalan, sementara tim jaga berdiri di garis-garis melintang yang telah ditentukan ketuanya Tim serang harus berusaha masuk ke dalam petak-petak hingga dapat berada di belakang garis, kemudian berusaha kembali lagi ke pangkalan. Apabila seorang pemain tim serang bisa kembali lagi ke pangkalan tanpa tersentuh oleh tim jaga, maka tim serang, dinyatakan sebagai pemenang dan mendapatkan poin.
Manfaat yang dapat
diambil dari permainan gobak sodor adalah melatih kerja sama dalam tim,
melatih kepemimpinan, mengasah kemampuan otak, mengasah kemampuan
mencari strategi yang tepat, meningkatkan kekuatan dan ketangkasan.
Permainan bentengan, setiap tim akan menjaga bentengnya
sekaligus menyerang benteng lawan, penyerang yang sudah jauh meninggalkan
benteng bisa ditangkap oleh menjaga, jika tertangkap menjadi tawanan dan harus
diselamatkan oleh anggota timnya agar bisa main lagi.
Poster ialah gambar pada selembar
kertas berukuran besar yang digantung atau ditempel di dinding atau permukaan
lain.
Ciri
poster yang baik
a. Berhasil menyampaikan informasi secara cepat.
b. Ide dan isi menarik perhatian.
c. Bahasa yang digunakan bersifat memengaruhi dan membentuk opini/ pandangan.
d. Menggunakan warna-warna mencolok dan menarik perhatian.
e. Menerapkan prinsip ringkas, padat, dan informatif.
Poster digunakan untuk berbagai macam keperluan, seperti berikut ini:
1. Mengumumkan/memperkenalkan suatu acara.
2. Mempromosikan layanan/jasa.
3. Menjual suatu produk.
4. Membentuk sikap atau pandangan (propaganda)
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan poster adalah: (a) informasi disampaikan dengan singkat dan informatif, (b) poster disajikan dengan cara yang menarik perhatian, baik pada sisi teks maupun warna, (c) isi poster dapat memengaruhi pembacanya.
Hal-hal yang harus diperhatikan oleh siswa:
1. memiliki tema dan tujuan;
2. menggunakan kalimat ajakan;
3. gambar sesuai dengan isi;
4. gambar dan tulisan rapi
a. Berhasil menyampaikan informasi secara cepat.
b. Ide dan isi menarik perhatian.
c. Bahasa yang digunakan bersifat memengaruhi dan membentuk opini/ pandangan.
d. Menggunakan warna-warna mencolok dan menarik perhatian.
e. Menerapkan prinsip ringkas, padat, dan informatif.
Poster digunakan untuk berbagai macam keperluan, seperti berikut ini:
1. Mengumumkan/memperkenalkan suatu acara.
2. Mempromosikan layanan/jasa.
3. Menjual suatu produk.
4. Membentuk sikap atau pandangan (propaganda)
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan poster adalah: (a) informasi disampaikan dengan singkat dan informatif, (b) poster disajikan dengan cara yang menarik perhatian, baik pada sisi teks maupun warna, (c) isi poster dapat memengaruhi pembacanya.
Hal-hal yang harus diperhatikan oleh siswa:
1. memiliki tema dan tujuan;
2. menggunakan kalimat ajakan;
3. gambar sesuai dengan isi;
4. gambar dan tulisan rapi
Pancasila
ideologi dasar negara
Indonesia, panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asar. Merupakan
pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia yang
tercantum pada UUD 1945 paragraf ke4. Nilai dalam permainan tradisional sesuai
dengan sila pancasila seperti kerjasama tim sesuai dengan sila keempat, dalam
sehari-hari harus sesuai dengan sila pancasila.
Contoh perilaku sesuai
dengan sila pancasila
Sila kesatu, tidak mengganggu teman yang
sedang beribadah, saling menghormati antar umat beragama.
Sila kedua, tidak membedakan teman yang
berbeda suku, agama, warna kulit, tidak semena-mena terhadap orang lain, senang
membantu orang lain.
Sila ketiga, cinta kepada tanah air dan
bangsa, bangga menggunakan produk dalam negeri
Sila keempat, tidak memaksakan kehendak
pada orang lain, mengutamakan musyawarah dalam pemilihan ketua kelas
Sila kelima, berusaha menolong orang lain
sesuai kemampuan, mengutamakan kepentingan masyarakat.
Rabu, 20 Juli 2016
Tema 1 pembelajaran 2 kelas 4
Ringkasan tema 1
pembelajaran 2 kelas 4
Perbedaan dan
persamaan rumah adat
Bentuk rumah adat di
Indonesia bermacam-macam, tergantung dari perbedaan budaya dan perbedaan
fungsi. Misalnya, rumah adat di daerah pantai cenderung lebih tinggi
dibandingkan dengan daerah pegunungan untuk melindungi dari terjangan ombak.
Rumah adat di daerah yang lebih dingin akan lebih tertutup dibandingkan dengan
daerah panas. Sementara, rumah di daerah hutan berbentuk rumah panggung untuk
mencegah hewan buas masuk ke dalam rumah. Selain itu, bahan bangunan rumah
bermacam-macam, tergantung bahan alam yang mudah ditemukan di daerah tersebut,
ada yang batuan, kayu, bambu.
Rumah Honai terbuat
dari kayu dengan atap terbuat dari jerami atau ilalang, sengaja dibangun sempit
atau kecil dan tidak berjendela dengan tujuan menahan hawa dingin pegunungan
papua.
Rumah nuwo sesat
berbentuk rumah panggung sebagian besar dari kayu, rumah nuwo aman dari serangan
hewan buas dan tahan dari gempa sebab ditopang oleh kayu yang kokoh. Di kolong
bangunan bisa digunakan untuk beternak, keistimewaannya bangunan dapat
dibongkar pasang karena tidak memakai paku besi melainkan pasak kayu.
Sudut
Mengukur sudut
digunakan alat ukur sudut baku yaitu busur derajat yang memiliki dua skala yang
ditandai dari 0° sampai 180° sisi kanan dan sisi kiri.
Jenis sudut, yaitu
sudut lancip (antara 0° dan 90°), sudut tumpul (antara 90° dan 180°), sudut
siku-siku (90°), sudut lurus (180°)
Tari Kipas Pakarena berasal dari Gowa,
Sulawesi Selatan. Kata pakarena sendiri berasal dari bahasa setempat yakni
karena yang berarti main. Tarian ini merupakan salah satu tradisi di kalangan
masayarakat Gowa yang masih dipertahankan sampai saat ini. Masyarakat Gowa
sendiri adalah masyarakat yang tinggal di daerah bekas kekuasaan kerajaan Gowa.
Kerajaan gowa berdiri sekitar abad ke 16 dan mencapai masa kejayaan di abad
ke-18. Sulawesi Selatan merupakan
wilayah kekuasaan kerajaan gowa sehingga masyarakat asli yang tinggal di daerah
tersebut dikenal dengan masyarakat Gowa. Hegemoni kerajaan Gowa yang berlangsung
berabad-abad turut mempengaruhi corak kebudayaan masyarakat Gowa. Tari Kipas
Pakarena merupakan salah satu bukti kekuatan tradisi masyarakat Gowa yang masih
dipercaya dan dipertahankan sebagai warisan budaya yang tak ternilai harganya.
Tari kipas pakarena mencerminkan ekspresi kelembutan, kesantunan, kesetiaan, kepatuhan dan sikap hormat perempuan Gowa terhadap laki-laki. Setiap pola gerakan dalam tarian pakarena memiliki makna tersendiri. Tarian ini diawali dan diakhiri dengan posisi duduk sebagai tanda hormat dan santun para penari. Pola gerakan memutar bermakna siklus hidup manusia yang selalu berputar. Pola gerakan memutar yang dimainkan adalah gerakan memutar searah jarum jam. Kemudian pola gerakan naik turun melambangkan kehidupan manusia yang kadang berada di bawah dan kadang di atas, pola gerakan ini mengingatkan akan pentingnya kesabaran dan keasadaran manusia dalam mengahadapi kehidupan, diiringi oleh kelompok musik yang dikenal dengan nama gondrong rinci. Kelompok ini beranggotakan 7 orang pemain musik yang semuanya adalah kaum pria. Tugasnya mengiringi para penari dengan tabuhan gandrang sebagai pengatur irama musik dan juga memainkan alat musik tiup berupa seruling, sambil melakukan gerakan, terutama gerakan kepala. Setiap hentakan dari tabuhan gandrang dari pengiring musik melambangkan watak lelaki Gowa yang keras. Keunikan lainya para penari tidak diperkenankan membuka mata terlalulebar dan mengankat kai terlalu tinggi, hal ini dikarenakan aspek kesopanan dan kesantunan sangat diutamakan dalam tarian ini. Dalam memainkan tarian ini, para penari dituntut memiliki kondisi fisik yang prima karena durasi tarian bisa mencapai dua jam dengan gerakan-gerakan yang dinamis. Masyarakat Gowa percaya bahwa Tarian Kipas Pakarena berasal dari kisah perpisahan antara penghuni negeri kahyangan (boting langi) dengan penghuni bumi (lino) di zaman dahulu. Sebelum perpisahan, penghuni boting langi mengajarkan penghuni bumi cara menjalani hidup dengan bercocok tanam, berburu dan beternak melalui gerakan-gerakan badan dan kaki. Gerakan-gerakan ini kemudian digunakan oleh penghuni lino untuk mengungkapkan rasa syukur kepada penghuni boting langi. Masyarakat Gowa biasanya mementaskan Tari Kipas Pakarena di acara- acara adat atau acara-acara hiburan. Akan tetapi, masyarakat Gowa tidak menganggap tarian ini hanya sebagai hiburan saja tapi juga sebagai wujud rasa syukur yang dilambangkan dengan setiap gerakan yang estetik dari tarian ini. Selain memiliki nilai hiburan dan nilai filosofi bagi masyarkat Gowa, tarian ini juga menjadi salah satu daya tarik pariwisata bagi provinsi Sulawesi Selatan sehingga tarian ini seringkali dipentaskan dalam rangkaian acara promosi pariwisata provinsi Sulawesi Selatan.
Tari kipas pakarena mencerminkan ekspresi kelembutan, kesantunan, kesetiaan, kepatuhan dan sikap hormat perempuan Gowa terhadap laki-laki. Setiap pola gerakan dalam tarian pakarena memiliki makna tersendiri. Tarian ini diawali dan diakhiri dengan posisi duduk sebagai tanda hormat dan santun para penari. Pola gerakan memutar bermakna siklus hidup manusia yang selalu berputar. Pola gerakan memutar yang dimainkan adalah gerakan memutar searah jarum jam. Kemudian pola gerakan naik turun melambangkan kehidupan manusia yang kadang berada di bawah dan kadang di atas, pola gerakan ini mengingatkan akan pentingnya kesabaran dan keasadaran manusia dalam mengahadapi kehidupan, diiringi oleh kelompok musik yang dikenal dengan nama gondrong rinci. Kelompok ini beranggotakan 7 orang pemain musik yang semuanya adalah kaum pria. Tugasnya mengiringi para penari dengan tabuhan gandrang sebagai pengatur irama musik dan juga memainkan alat musik tiup berupa seruling, sambil melakukan gerakan, terutama gerakan kepala. Setiap hentakan dari tabuhan gandrang dari pengiring musik melambangkan watak lelaki Gowa yang keras. Keunikan lainya para penari tidak diperkenankan membuka mata terlalulebar dan mengankat kai terlalu tinggi, hal ini dikarenakan aspek kesopanan dan kesantunan sangat diutamakan dalam tarian ini. Dalam memainkan tarian ini, para penari dituntut memiliki kondisi fisik yang prima karena durasi tarian bisa mencapai dua jam dengan gerakan-gerakan yang dinamis. Masyarakat Gowa percaya bahwa Tarian Kipas Pakarena berasal dari kisah perpisahan antara penghuni negeri kahyangan (boting langi) dengan penghuni bumi (lino) di zaman dahulu. Sebelum perpisahan, penghuni boting langi mengajarkan penghuni bumi cara menjalani hidup dengan bercocok tanam, berburu dan beternak melalui gerakan-gerakan badan dan kaki. Gerakan-gerakan ini kemudian digunakan oleh penghuni lino untuk mengungkapkan rasa syukur kepada penghuni boting langi. Masyarakat Gowa biasanya mementaskan Tari Kipas Pakarena di acara- acara adat atau acara-acara hiburan. Akan tetapi, masyarakat Gowa tidak menganggap tarian ini hanya sebagai hiburan saja tapi juga sebagai wujud rasa syukur yang dilambangkan dengan setiap gerakan yang estetik dari tarian ini. Selain memiliki nilai hiburan dan nilai filosofi bagi masyarkat Gowa, tarian ini juga menjadi salah satu daya tarik pariwisata bagi provinsi Sulawesi Selatan sehingga tarian ini seringkali dipentaskan dalam rangkaian acara promosi pariwisata provinsi Sulawesi Selatan.
Langganan:
Komentar (Atom)





