Senin, 25 Juli 2016

Tema 1 pembelajaran 4 dan 5 kelas 4

Ringkasan
Jenis -jenis alat musik berdasarkan cara memainkannya
-          Alat musim ditiup, yaitu alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup misalnya recorder, tuba, seruling, harmonika, trompet, pianika, saksofon, klarinet, dll
-          Alat musik gesek, misalnya biola, rebab, cella, dll
-          Alat musik petik, misalnya gitar, sasando, harfa, siter, dll
-          Alat musim pukul, misalnya gamelan, kolintang, gendang, rebana
-          Alat musik tekan, misalnya piano, organ, pauken, dll

Bunyi disebabkan benda yang bergetar, semua benda yang dapat menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi, satu kali gerak ke atas dan ke bawah disebut satu getaran, banyaknya getaran dalam satu detik disebut frekuensi, bunyi dengan frekuensi yang teratur disebut nada sedangkan bunyi dengan frekuensi yang tidak teratur disebut desah.
Manusia dapat mendengar bunyi yang jumlah getarannya berkisar 20 sampai 20.000 getaran per detik (sekon) yang disebut audiosonik, infrasonik bunyi yang getarannya kurang dari 20 getaran per sekon yang dapat didengar oleh hewan tertentu misalnya jangkrik, gajah. Ultrasonik bunyi yang getarannya lebih dari 20.000 getaran per sekon dapat didengar oleh hewan tertentu misalnya lumba-lumba, kelelawar.

Bunyi dapat merambat dari sumber bunyi ke tempat lain melalui media gas (misalnya hujan yang disertai petir terdengar suara guntur yang merambat melalui udara sampai ketelinga), cair (memukul kaleng di dalam air), padat (mengetuk tiang atau tembok), pada ruang hampa bunyi tidak dapat merambat.

Bunyi mempunyai sifat dipantulkan melalui benda yang permukaannya keras dan diserap melalui benda yang permukaannya lunak, benda yang permukaannya lunak dapat dijadikan peredam suara. Bunyi pantul gaung ialah bunyi pantul yang terdengar hampir bersamaan dengan bunyi asli, sehingga bunyi asli terganngu suara yang terdengar tidak jelas. Gema ialah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli, terdengar seolah-olah ada yang menirukan suara kita.

Bangsa Indonesia sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan Negara dan bangsa. Sikap rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa, dikembangkan menjadi rasa kebangsaan dan bertanah air Indonesia, dalam rangka memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Persatuan dikembangkan atas dasar Bhineka Tunggal Ika, dengan memajukan pergaulan demi kesatuan dan persatuan Bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam sila Persatuan Indonesia meliputi cinta bangsa, cinta tanah air, persatuan bangsa, penghargaan terhadap kemajemukan, kesetaraan dan multikulturalisme, dan gotong royong.

Peserta didik mempraktikan langkah percobaan perambatan bunyi dan menyajikan laporan percobaan

Teknik kolase adalah teknik mendekorasi suatu benda dengan menempelkan materi seperti kertas, kaca, kain, daun kering dan sebagainya, kemudian dikombinasikan dengan teknik melukis dengan cat atau media sejenis.


Membuat rumah adat dengan memperhatikan bentuk sudut lancip, sudut tumpul, sudut siku-siku menggunakan teknik kolase.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar